Venezuela terlibat dalam perjanjian internasional, misalnya menyepakati serangkaian perjanjian perdagangan dengan Cina. Presiden Venezuela Hugo Chavez berhasil meraih milyaran dolar dalam perjanjian perdagangan dengan rekannya dari Cina Hu Jintao. Dalam butir-butir perjanjian antara lain, Venezuela berjanji akan meningkatkan tiga kali lipat ekspor minyaknya ke Cina dalam kurun waktu tiga tahun, dan akan kembali meningkatkan kuota itu dua kali dalam kurun waktu sepuluh tahun. Perjanjian perdagangan tidak hanya meningkatkan hubungan diplomatik dan politik dengan Cina, tetapi tampaknya akan membuat gusar Amerika Serikat, yang dewasa ini menjadi penerima terbesar minyak Venezuela.
Selain itu, Cina akan berinvestasi di bidang industri minyak dan petrokimia Venezuela sekitar dua milyar dolar dalam beberapa tahun mendatang, dan sembilan milyar dolar di jalur kereta api Venezuela. Jelas, Cina lega karena perjanjian dengan Venezuela menghasilkan minyak dari tempat lain, dan bukannya dari Timur Tengah di mana pengirimannya senantiasa terganggu oleh konflik-konflik.
Namun demikian, Presiden Chavez tidak hanya menggalang perjanjian perdagangan, ia juga menghendaki agar Cina mendukung Venezuela untuk duduk dalam Dewan Keamanan PBB, sebagai anggota tidak tetap. Tuan Chavez menyatakan bahwa Hu Jintao telah secara pribadi menjamin dukungannya dalam pembicaraan-pembicaraan yang berlangsung, guna menandingi calon yang diusulkan Amerika, yakni Guatemala. Jan van der Putten mengatakan, Cina kian dianggap sebagai mitra diplomatik yang handal.