Venezuela terlibat dalam organisasi internasional, seperti PBB dan pada kesempatan pertemuan pemimpin dunia di PBB Hugo Chavez menyatakan bahwa model yang digunakan PBB telah aus. Abad ke duapuluh satu menuntut perubahan-perubahan mendalam yang hanya akan mungkin kalau sebuah organisasi baru dibentuk. Ia menggambarkan hantu “globalisasi neo-liberal yang menakutkan” yang telah melemahkan “will” PBB. Menyinggung Amerika Serikat, ia menyerukan supaya AS mengakhiri “kediktatoran yang tak punya malu” terhadap organisasi internasional tersebut dan menuntut supaya markas besar PBB dipindahkan dari New York ke “kota internasional” di Negara Selatan.
Di PBB, Chavez menyebut pencapaian pemerintahannya selama tujuh tahun. Dalam negara berjumlah penduduk 25 juta, 1,4 juta telah belajar membaca dan menulis dalam satu setengah tahun, sementara 3 juta rakyat Venezuela yang sebelumnya tak punya akses pada pendidikan karena kemiskinan sekarang telah terdaftar dalam sistem pendidikan. Sebanyak 70% penduduk sekarang menikmati akses gratis pada pelayanan kesehatan, sementara 45 % rakyat menerima subsidi pangan melalui koperasi, program pangan khusus dan pusat distribusi pemerintah.