JAWABAN UJIAN AKHIR SEMESTER
TAHUN AKADEMIK 2007/2008
NAMA : DEWAN FEBRIAN
NIM : 44304024
KELAS / SEMESTER : 4HI-1 / VIII
MATA KULIAH : INFORMATION AND COMMUNICATION
TECHNOLOGY / ICT (CYBER HI)
HARI / TANGGAL : KAMIS / 3 JULI 2008
DOSEN : H. BUDI MULYANA, S.IP
KELOMPOK KAWASAN : AMERIKA
NAMA NEGARA : VENEZUELA
1. Republik Bolivar Venezuela (bahasa Spanyol: República Bolivariana de Venezuela) adalah sebuah negara di ujung utara Amerika Selatan. Negara ini berbatasan dengan Laut Karibia dan Samudra Atlantik di sebelah utara, Guyana di timur, Brasil di selatan, dan Kolombia di barat. Di lepas pantai Venezuela juga terdapat negara-negara Karibia, yaitu Aruba, Antilles Belanda dan Trinidad dan Tobago. Venezuela dibagi menjadi dua puluh tiga negara bagian (estados), daerah ibukota (distrito capital) Caracas, Dependensi Persekutuan (Dependencias Federales, wilayah khusus), dan Guayana Esequiba (didapat dalam sengketa perbatasan dengan Guyana). Venezuela dibagi lagi dalam 335 kota (municipios),yang memiliki lebih seribu paroki (parroquias). Negara-negara bagian tersebut digabungkan dalam sembilan wilayah administratif (regiones administrativas), yang diputuskan presiden.
Berikut resume dalam bentuk bagan :
|
Kapabilitas Politik Negara |
Paham yang dianut |
Uraian |
Keterangan |
|
Ideologi |
Sosialis |
Sejak kepemimpinan Hugo Chaves, Venezuela merubah Undang-Undang negaranya yang tadinya Liberal menjadi Sosialis, karena Liberal dianggap tidak bisa memperbaiki pemerintahan Venezuela dan hanya menyebabkan ketergantungan terhadap Amerika. Sementara perubahan arah idelogi ini tidak semata-mata karena keinginan pemerintah saja, namun juga karena dukungan yang diperoleh dari rakyatnya sendiri, rakyat menginginkan ada pemerintah yang bisa lebih melindungi dan menyediakan kebutuhan hidupnya jauh lebih baik dari pada hanya liberalisme yang cenderung lebih memonopoli aset-aset publik di Venezuela. |
· Setelah penguasaan atas pemerintahan dan parlemenlah, Chaves berani merombak UUD negara yang menjadikan Venezuela sebagai negara sosialis. · Ancaman dan proses menuju negara sosialis membutuhkan kekuatan bersenjata untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan menghancurkan kekuatan rakyat. Kesadaran berlawan dan kehendak berevolusi dari Rakyat Venezuela yang begitu bergolak, membuat kekuatan tersebut semakin kuat. |
|
Ekonomi dan Teknologi |
Ekonomi : Sosialis
Teknologi : Komputer Bolivarian |
Ekonomi : Sama halnya dengan ideologi negaranya, Chaves merubah sistem ekonomi yang tadinya Kapitalis menjadi Sosialis, karena Kapitalis dianggap tidak bisa memperbaiki perekonomian Venezuela dan hanya menyebabkan ketergantungan terhadap Amerika. Chaves melaksanakan program nasionalisasi migas di negara tersebut dan hasilnya didistribusikan kepada rakyat melalui subsidi kesehatan, pendidikan dan harga minyak serta bensin murah untuk rakyatnya. Langkah penting selanjutnya adalah dengan membangun budaya dan kekuatan tentara rakyat untuk siap berperang.
Teknologi : Sebagai tindak lanjut dukungan Venezuela terhadap perangkat lunak open source dan kemerdekaan teknologi, pemerintah Venezuela meluncurkan “Komputer Bolivarian”. Dirakit di dalam negeri, komputer ini hadir dalam 4 model, dan seluruhnya menjalankan sistem operasi GNU-Linux.
· Harga komputer tersebut 40% jauh lebih murah jika dibandingkan harga komputer lain yang serupa seharga 930$ dan garansi yang diberikanpun selama 3 tahun, dimana produk lain hanya berani memberi garansi 1 tahun. · Kecepatan prosesornya berkisar antara 1.5 GHz sampai dengan Intel Pentium IV 3 GHz dan menggunakan prosesor Intel Core Duo, 2 GHz. · Komputer tersebut merupakan produksi dari perusahaan join venture VIT (Venezuela de Industria Tecnológica), yang dimiliki oleh perusahaan China, Inspur Group dan Kementerian Industri Kecil serta Perdagangan Venezuela. · Untuk tahun 2007 perusahaan menargetkan merakit 80 ribu unit komputer desktop dan 6000 laptop. Pabriknya sendiri saat ini sanggup menghasilkan 150ribu unit dalam satu tahunnya. Unit produksi pertama telah disalurkan untuk sektor kepentingan umum, termasuk universitas dan berbagai departemen di pemerintahan dan misi. Meski demikian produk komputer tersebut juga rencananya akan di eksport selain dijual di dalam negeri. Model komputer yang ditawarkanpun telah kompatibel dengan distro Linux: Knoppix, Kubuntu, Ubuntu, dan Debian. |
Ekonomi: · Pelaksanaan program migas tersebut sebagai bukti penegasan bahwa perombakan sistem ekonomi kapitalis menjadi sistem ekonomi sosialis setelah menguasai kekuasaan politik sepenuhnya. · Pembangunan budaya dan kekuatan tentara rakyat tersebut merupakan kesadaran bahwa adanya ancaman dari kekuatan pro kapitalis dan dari negera-negara kapitalis untuk menggulingkan pemerintahannya. Teknologi : Pemerintah Venezuela dari semula memang telah memberikan dukungan yang kuat bagi perkembangan perangkat lunak open source di negaranya. Pemerintah Venezuela berharap dapat mengembangkan industri lokal dan berjuang untuk mencapai kemerdekaan teknologi. |
|
Demografi |
Jumlah Penduduk : · Perk. 2006 (27.121.800) · Sensus 2001 (23.054.210) · Kepadatan (27 jiwa/km²)
Wilayah : · Total (916.445 km²) · (0,3%) Total Populasi Pria : · Umur 0-14 (3.909.876/ 29,9%) · Umur 15-64 (8.287.255/ 65%) · Umur 65-Up (590.236/ 5,1%)
Wanita : · Umur 0-14 (3.667.958/ 29,9%) · Umur 15-64 (8.209.559/ 65%) · Umur 65-Up (710.357/ 5,1%)
Agama · Katholik Roman : 96% · Protestan : 2% · Lainnya : 2%
Tempat tinggal · Tinggal di kota : 85% · Tinggal di desa : 15%
Kemampuan dalam pendidikan · Pria : 95,4% · Wanita : 94,8%
Bahasa nasional & bahasa resmi : Bahasa Spanyol |
Demografi Venezuela mencerminkan kondisi penduduknya. Topik demografi termasuk pendidikan, kesehatan dan statistik populasi mengidentifikasikan ras dan agama penduduknya. Penduduk Venezuela terdiri dari kombinasi beberapa warisan, sejarahnya berasal dari kehadiran bangsa Amerika, kolonial Spanyol dan Afrika yang mempunyai kontribusi bermacam-macam gelar. Kemudian terdapat bangsa Eropa (Italia, Portugis dan Jerman) yang datang ke Venezuela pada abad ke-20 dengan memperkaya budaya Amerika Selatan dan pengaruh dari banyaknya budaya yang masuk dalam berbagai aspek kehidupan di Venezuela, termasuk budaya, bahasa, makanan dan musik. Walaupun bahasa resminya bahasa Spanyol tetapi 31 bahasa daerah juga masih sering digunakan termasuk guajibo, pemon, wayuu dan bahasa yanomaman. Komunitas imigran eropa dan keturunannya biasanya menggunakan bahasa asli mereka sendiri, sekitar 96% dari populasi beragama roman katholik. Pendidikan formal dan demografi didefinisikan dalam kemampuan membaca sesuai dengan proporsi dan persentasi penduduk Venezuela yang bisa membaca dan menulis. |
Sejarah dan budaya Venezuela, populasi penduduknya dilatarbelakangi oleh adanya indikasi dari pengaruh bangsa Spanyol, Afrika dan Amerika. Bangsa Amerika Selatan juga merupakan bagian dari keragaman budaya daerah seperti Brazil dan Meksiko. Sebagian besar penduduk Venezuela merupakan keturunan dari bangsa Eropa, penduduk asli Venezuela dan Afrika. |
|
|
Jumlah angkatan perang : 82.000 (memiliki karakter tersendiri)
Alusista utama : Su-30MK2V Flanker, rudal Tor-M1, heli multiguna Mi-17B, heli serang Mi-35 Hind E dan heli angkut berat Mi-26 Halo. AD: 34.000 anggota AL: 18.000 anggota AU: 7.000 anggota FAC: 23.000 anggota Tank: 22.500 buah Kapal Selam · Lupo : 6 buah · Guppy-II : 1 buah · Destroyer : 2 buah · Constitutions-Class : 6 buah · German Type – 209 : 2 buah · Project 636 Kilo-class : 6 buah · Project 677 Amur-class : 4 buah
|
Personil militer Venezuela memiliki karakteristik yang berbeda dengan personil lainnya di kawasan Amerika Selatan, diantaranya : · Militer Venezuela sangat dipengaruhi oleh filosofi Simon Bolivar, figur paling terhormat di Amerika Latin dalam perjuangan pembebasan nasional dari penjajahan Spanyol. · Sebelum generasi Hugo Chavez, sebagian besar perwira militer memperoleh latihan tidak hanya dalam sekolah-sekolah Amerika (di Amerika Serikat) yang keji dan brutal, tetapi juga dilatih di Akademi Militer Venezuela. · Perwira militer generasi Chavez, tidak pernah menghadapi kekuatan gerilya yang besar sebagaimana militer di negara Amerika Latin lainnya. · Tidak ada diskriminasi dalam tubuh angkatan darat Venezuela, setiap orang berpeluang merengkuh pangkat tertinggi. |
Di bawah kepemimpinan Hugo Chavez Frias, seorang mantan pejabat militer, sebuah “proses revolusioner Bolivarian” tengah berlangsung di Venezuela, terutama sejak Chavez memenangkan pemilu presiden pada 1998. Namun, bersama dengan rakyat dan kerapkali atas dorongan mereka, militer Venezuela merupakan sedikit dari militer di Amerika Selatan, yang mampu bertindak secara matang dan dalam proses ini, mereka merasa sederajat dalam menghadapi tantangan luar biasa yang dihadapi oleh kaum revolusioner Bolivarian. |
|
Geografi |
Negara Pantai
Area · Total : 912.050 sq km · Land: 882.050 sq km · Water: 30.000 sq km
Total Land : 4.993 km
Garis pantai : 2.800 km
Luas Laut · territorial sea: 12 nm · contiguous zone: 15 nm · exclusive economic zone: 200 nm · continental shelf: 200-m depth or to the depth of exploitation
Iklim : Tropis, panas, lembab
SDA : petroleum, natural gas, iron ore, gold, bauxite, other minerals, hydropower, diamonds.
Tanah yang Digunakan : · arable land: 2.95% · · other: 96.13%
Tanah Pertanian : 540 sq km |
Republik Venezuela terletak di ujung utara Amerika Selatan, berbatasan dengan Laut Karibia dan Samudra Atlantik di sebelah utara, Guyana di timur, Brasil di selatan, dan Kolombia di barat. Di lepas pantai Venezuela juga terdapat negara-negara Karibia, yaitu Aruba, Antilles Belanda dan Trinidad dan Tobago. · Venezuela terbagi menjadi 4 zona morfologi : - Maracaibo dataran rendah Scotlandia di Barat Laut. - Perbatasan sepanjang Laut Caribbean di bagian utara. - Orinoco dataran yang lebar/luas di Venezuela pusat. - Guiana tanah tinggi di bagian tenggara. · Iklimnya bervariasi tergantung pada pengangkatan/tingginya topografi, dan intensitas serta arah angin badai umum. · Orinoco menjadi sungai terbesar kedelapan di dunia dan yang paling besar di Selatan Amerika setelah Amazon. |
· Venezuela dibagi menjadi dua puluh tiga negara bagian, daerah ibukota Caracas, Dependensi Persekutuan dan Guayana Esequiba (didapat dalam sengketa perbatasan dengan Guyana). · Venezuela dibagi lagi dalam 335 kota yang memiliki lebih seribu paroki. Negara-negara bagian tersebut digabungkan dalam sembilan wilayah administratif yang diputuskan presiden. |
|
Diplomasi |
Non-alignment dan mandiri |
Venezuela menjalankan kebijakan diplomasi yang mandiri, menegaskan pemeliharaan kedaulatan dan keutuhan wilayah, menentang campur tangan asing, menganjurkan hidup berdampingan secara damai dengan negara lainnya. Dengan aktif mengembangkan hubungan dengan negara-negara Amerika Latin dan kawasan Caribbean, menganjurkan untuk mempercepat proses pengintegrasian Amerika Latin. Meningkatkan hubungan politik dan ekonomi dengan Amerika Serikat ( AS ) dan Uni Eropa serta meningkatkan hubungan dengan negara-negara berkembang, melaksanakan pluralisasi diplomasi. |
Pemeliharaan hubungan dengan AS dijadikan sebagai salah satu sokoguru diplomatik pemerintah sekarang, namun tetap menentang politik kekuasaan kekerasan AS dan perbuatannya yang mencampuri urusan dalam negeri negara lain. |
|
Sejarah Interaksi Internasional |
Pembersihan etnis indian, pembantaian, perbudakan, dan juga sekaligus perjuangan melawan penindasan. |
Seperti negeri-negeri Amerika Latin lainnya yang menjadi jajahan imperium Spanyol yang dimulai dengan mendaratnya Columbus, sejarah interaksi internasional Venezuela adalah juga sejarah yang dipenuhi dengan pembersihan etnis indian, pembantaian, perbudakan, dan juga sekaligus perjuangan melawan penindasan itu sendiri. Dengan demikian, seperti lainnya, sejarah juga menampilkan tokoh-tokoh penting anti imperialisme seperti Simon Bolivar atau dikenal di sana sebagai El Libertador, sang pembebas. Tokoh yang kini dijadikan simbol identitas perjuangan Amerika Latin di samping Ernesto Che Guevara atau Tupac Amaru III (yang kurang populer di luar Amerika Latin). Kini di bawah pemerintahan Hugo Chavéz, citra Bolivar kembali dikumandangkan dengan klaim pemerintahannya sebagai proses Bolivarian yang akan membebaskan Amerika Latin dari cengkeraman kapitalisme global. Dan |
Proses berkuasanya Chavéz adalah hasil dari perjalanan panjang para militan di negeri tersebut, yang memang didominasi oleh kaum Marxis. Dan bagi banyak kalangan, keberhasilan Chavéz tersebut adalah sebuah bukti bahwa gerakan Kiri masih mendapat tempat pasca keruntuhan “komunisme” Uni Soviet yang dipandang oleh banyak kalangan juga sebagai bukti kegagalan ide-ide Kiri. Tahun 2002, CIA mengorganisir sebuah kudeta untuk menyingkirkan Chavéz dan berakhir dengan kegagalan yang memalukan karena banyak para Chavista (pendukung setia Chavéz) dibantu oleh solidnya para pimpinan FAN yang loyal pada Chavéz bertindak atas inisiatif mereka sendiri untuk menyelamatkan Chavéz. Semua mata dunia mulai memandang pada Venezuela, di mana pemerintahan Kiri tampaknya didukung sepenuhnya oleh publik.
|
|
Keterlibatan dalam Perang |
Terlibat perang dengan Kolombia |
Sekarang ini keterlibatan Venezuela dalam perang baru akan di mulai lagi, hubungan antara negara bertetangga Kolombia dan Venezuela memburuk. Bahkan Presiden Hugo Chavez menyebut Kolombia sengaja memprovokasi Venezuela untuk berperang karena mendukung intervensi AS. Pemerintah Kolombia bisa memprovokasi perang dengan Venezuela untuk membenarkan intervensi AS di Venezuela. Chavez memperingatkan Presiden Alvaro Uribe agar mengurusi urusannya sendiri. Hubungan Chavez dengan Uribe memanas setelah militer Kolombia menyerang markas pemberontak Kolombia di wilayah Ekuador. Kacaunya, Ekuador adalah sekutu Venezuela yang menyebabkan pasukan Ekuador, Kolombia, dan Venezuela saling menyiagakan pasukannya. Chavez yang dikenal vokal juga menuding AS ikut bermain dan berencana menggulingkan pemerintahannya. Chavez memperingatkan pada seluruh rakyat Venezuela, pasukan Kolombia sengaja memprovokasi perang tersebut yang sudah direncanakan oleh negara barat. |
Venezuela sebelumnya pernah berperang dengan Guinea, Perancis dalam memperebutkan perbatasan sungai Orinoco dan pada waktu itu dimenangkan oleh Venezuela. Tetapi sampai sekarang Guinea masih mempermasalahkan perbatasan Sungai Orinoco tersebut. |
|
|
Perjanjian perdagangan dengan Cina |
Venezuela terlibat dalam perjanjian internasional, misalnya menyepakati serangkaian perjanjian perdagangan dengan Cina. Presiden Venezuela Hugo Chavez berhasil meraih milyaran dolar dalam perjanjian perdagangan dengan rekannya dari Cina Hu Jintao. Dalam butir-butir perjanjian antara lain, Venezuela berjanji akan meningkatkan tiga kali lipat ekspor minyaknya ke Cina dalam kurun waktu tiga tahun, dan akan kembali meningkatkan kuota itu dua kali dalam kurun waktu sepuluh tahun. Selain itu, Cina akan berinvestasi di bidang industri minyak dan petrokimia Venezuela sekitar dua milyar dolar dalam beberapa tahun mendatang, dan sembilan milyar dolar di jalur kereta api Venezuela. Jelas, Cina lega karena perjanjian dengan Venezuela menghasilkan minyak dari tempat lain, dan bukannya dari Timur Tengah di mana pengirimannya senantiasa terganggu oleh konflik-konflik. Namun demikian, Presiden Chavez tidak hanya menggalang perjanjian perdagangan, ia juga menghendaki agar Cina mendukung Venezuela untuk duduk dalam Dewan Keamanan PBB, sebagai anggota tidak tetap. Chavez menyatakan bahwa Hu Jintao telah secara pribadi menjamin dukungannya dalam pembicaraan-pembicaraan yang berlangsung, guna menandingi calon yang diusulkan Amerika, yakni Guatemala. Jan van der Putten mengatakan, Cina kian dianggap sebagai mitra diplomatik yang handal. |
Perjanjian perdagangan dengan Cina tidak hanya meningkatkan hubungan diplomatik dan politik dengan Cina, tetapi tampaknya akan membuat gusar Amerika Serikat, yang dewasa ini menjadi penerima terbesar minyak Venezuela. |
2. Resume Weekly News (event)
a) Kondisi real yang terjadi di Venezuela :
Situasi di Amerika Selatan semakin memanas, khususnya di perbatasan Venezuela dan Kolombia pasca tindakan Kolombia yang membantai sejumlah anggota kelompok pemberontak Kolombia (FARC) sehingga menewaskan sang komandan senior kelompok pemberontak Kolombia (FARC) tersebut, Raul Reyes dan pasca pemboman yang dilakukan pemberontak Kolombia di wilayah Caracas, Ekuador. Tentu saja tindakan tersebut menimbulkan ketegangan di Venezuela dan memicu terjadinya peperangan, dimana kelompok pemberontak Kolombia (FARC) selama ini menjalin hubungan baik dengan Chavez. Chavez terus tingkatkan keamanan di Venezuela dengan memerintahkan pengiriman 10 batalion tentara ke sejumlah daerah perbatasan. Selain itu, sejumlah titik pemeriksaan di perbatasan dengan Kolombia juga diperketat. Namun Presiden Chavez menolak anggapan adanya ajakan perang dari pemerintahannya atas langkah ini. Dia menekankan pihaknya hanya menginginkan kedamaian. Sebagai bukti kekecewaannya, selain mengirim pasukan ke perbatasan, Chavez juga berencana menutup Kedutaan Besar Venezuela di Bogota, Kolombia. Tindakan serupa juga dilakukan Presiden Ekuador, Raffael Correa.
b) Jika kondisi di Venezuela tersebut dikaitkan dengan kapabilitas negaranya yaitu secara ideologi dan ekonomi Venezuela menganut paham sosialis, maka konflik antara Venezuela dengan Kolombia merupakan sebuah tindakan yang wajar dikarenakan sudah menyangkut kedaulatan dan integritas negara Venezuela, seperti yang telah dikatakan oleh presiden Hugo Chavez, kapabilitas dan kemampuan yang ia tunjukan dengan mengerahkan sejumlah tentara ke daerah perbatasan adalah demi menjaga perdamaian diwilayahnya dan bukan untuk memicu terjadinya perang serta penggerakan tentara secara besar dinilai wajar dengan memeperhitungkan konflik inter-regional yang terjadi di wilayah tersebut.
Alasan mengapa kondisi tersebut bisa terjadi, seperti yang sudah ditulis tadi di bagian (a) situasi tersebut terjadi karena tindakan Kolombia yang membantai sejumlah anggota kelompok pemberontak Kolombia (FARC) sehingga menewaskan sang komandan senior kelompok pemberontak Kolombia (FARC) tersebut, Raul Reyes, sehingga Venezuela terpaksa mengirimkan pasukannya ke perbatasan. Kemudian Kolombia merespon dengan permintaan maaf atas tindakan tentaranya yang melewati batas perbatasan, tetapi Kolombia menganggap tindakan mereka itu harus dilakukan karena tembakan berasal dari dalam wilayah Ekuador saat mereka sedang dalam operasi pemberantasan markas pemberontak Marxist FARC. Kolombia juga menambahkan bahwa mereka menemukan dokumen yang menghubungkan Delgado dengan tindakan gerilya di markas pemberontak tersebut.
3. Jika kapabilitas negara Venezuela dibandingkan dengan kapabilitas negara lainnya di kawasan Amerika Selatan, Venezuela termasuk ke dalam salah satu negara yang mempunyai potensi untuk menjadi negara adidaya. Keputusan Venezuela untuk menarik keanggotaannya dari International Monetary Fund (IMF) dan World Bank adalah langkah yang tepat. Apalagi Venezuela telah lama menyadari keburukan dari kedua lembaga yang menjadi kaki tangan Amerika Serikat itu. Didukung dengan kekayaan sumber daya alam yang besar, Venezuela akan mampu melepas diri dari ketergantungannya pada modal asing internasional yang besar. Ditambah dengan teori yang mengatakan bahwa bila suatu negara menguasai sumber energi, maka dapat dipastikan dia juga mempunyai kekuatan politik. Jadi, Venezuela bisa saja berpotensi menjadi negara adidaya seperti Amerika Serikat, jika dilihat dari beberapa segi, yaitu :
Segi Ekonomi
Berbagai kalangan dalam industri minyak memperkirakan bahwa Venezuela menguasai simpanan minyak sampai 1,3 triliun barrel. Jumlah ini sama dengan seluruh jumlah persediaan minyak seluruh dunia. Presiden Hugo Chavez mengatakan bahwa Venezuela memiliki sumber minyak yang terbesar di dunia yang baru bisa habis 100 tahun lagi. Hugo Chavez akan minta kepada sidang OPEC untuk mengukuhkan secara resmi bahwa persediaan minyak Venezuela sekarang ini sudah lebih besar dari pada Saudi Arabia.
Setelah mengukuhkan sebagai penghasil minyak terbesar di dunia, Chaves juga mengeluarkan kebijakan mengenai keluarnya Venezuela dari IMF dan World Bank setelah membayar semua utang mereka, ini merupakan perjalanan panjang dari impian Chavez dari sejak pertama terpilih menjadi presiden pada tahun 1998. Kini, di periode kedua kepemimpinannya Chavez bisa bernapas lega karena impiannya sudah terwujud dengan baik. Kebijakan ini adalah penentu awal perjalanan panjang venezuela sebagai negara yang berkuasa atas dirinya sendiri.
Segi Politik
Selama dua tahun pertamanya menjabat, Chavez menekankan reformasi politik. Pada 2001, pemerintahan Gerakan Republik Kelima (MVR) mengesahkan rangkaian undang-undang dengan kandungan sosio-ekonomi yang signifikan, termasuk reformasi agraria dan sebuah undang-undang yang menjamin kepemilikan mayoritas negara dalam semua operasi industri minyak.
Segi Teknologi Sebagai tindak lanjut dukungan Venezuela terhadap perangkat lunak open source dan kemerdekaan teknologi, pemerintah Venezuela berhasil meluncurkan “Komputer Bolivarian”. Dirakit di dalam negeri, komputer ini hadir dalam 4 model dan seluruhnya menjalankan sistem operasi GNU-Linux. Pemerintah Venezuela dari semula memang telah memberikan dukungan yang kuat bagi perkembangan perangkat lunak open source di negaranya. Pemerintah Venezuela berharap dapat mengembangkan industri lokal dan produknya bisa bersaing dengan produk buatan negara lain serta berjuang untuk mencapai kemerdekaan teknologi.
Segi Militer Venezuela memiliki personil militer yang karakteristiknya berbeda dengan personil lainnya di kawasan Amerika Selatan, diantaranya :
· Militer Venezuela sangat dipengaruhi oleh filosofi Simon Bolivar, figur paling terhormat di Amerika Latin dalam perjuangan pembebasan nasional dari penjajahan Spanyol.
· Sebelum generasi Hugo Chavez, sebagian besar perwira militer memperoleh latihan tidak hanya dalam sekolah-sekolah Amerika (di Amerika Serikat) yang keji dan brutal, tetapi juga dilatih di Akademi Militer Venezuela.
· Perwira militer generasi Chavez, tidak pernah menghadapi kekuatan gerilya yang besar sebagaimana militer di negara Amerika Latin lainnya.
· Tidak ada diskriminasi dalam tubuh angkatan darat Venezuela, setiap orang berpeluang merengkuh pangkat tertinggi.